Nanda Sukmana



Pertemuan

konon, mereka bertemu di ruang-ruang tunggu
justru saat konspirasi para maling akan dimulai
di sini,
dalam rumahmu,
depan beranda yang menujah poyangku dan poyangmu
hingga tersungkur di antara tetombak dan kelambu-kelambu

’’an, aku cinta padamu’’

perasaan-perasaanku bergelembungan ke udara yang lenyah
menyesak-sesak,
sekarat sejenak
lalu bangkit, 
dan melantakkan bias-bias wajahmu hingga membumi

2009

Sebotol Parfum Kutemukan
-buat Ikwan-

sebotol parfum kutemukan di pelataran bahumu
bersama anak-anak matahari
mencengkerami tetanah lelaki, papasir banyuwangi

sebotol parfum kutemukan di pelataran punggungmu
bersama sabrang dan sutarto
saat kita sama-sama menanti kematian jejoko bromo

sebotol parfum kutemukan di pelataran kakimu
bersama para penggerek
yang sepi
sandiwara

2010

Perempuan-Perempuan Sidayu
kisah-kisah perempuan-perempuan sidayu mengabadi ayat-ayat dalam hembusan nafasku. catatan-catatan bening itu selalu kusimpan-simpan sebagai embun. membasuh jantungku yang makin lelah. tubuhku tergetar-getar menangkapi isyarat-isyarat damai dan haru degup itu. merasakan gerak bisu yang memenjaraku dalam perasaan-perasaan takjub, menggema-gema dari segala penjuru gairah kematianku yang hampa. bercakap pada bahasa suara-suara, susur-menyusur relung dan kelokan-kelokan rahasia pada riwayat-riwayat, desah nafas yang memberat. perempuan-perempuan sidayu, kekasih-kekasihku yang tersimpan kini.

2010

Kamar (1)
Istri dan suami itu seprei panjang
menguapkan daun daun kering
mengoyak kemarau
yang meranggas
2014

Kamar (2)
mereka ah uh ah uh di belakang pintu
menikmati
gigitan semut
yang semakin purba
2014

Kamar (3)
tembok yang melembab
menunggu jono
yang selalu ingkar
2014


Biodata Penulis
 * Alumni Dewan Kesenian Kampus, kini manajer Artistik Komunitas Tombo Ati


Tidak ada komentar:

Posting Komentar