Saat bulan mengatup
sayang,ingat kita saat
bulan mengatup?
Kita saling meraba rindu
di bawah angin yg berdesis
kita slalu bercerita
tentang bidadari hati yg tak lelah menghantui
lalu kita berlari mencari
mimpi.
sayang, ingat kita saat
bulan mengatup? Kita terjirat kata yg menikam
kita abai di tangan
mereka dan terbuang
namun rindu kita mampu
berjalan di atas santun kita.
sayang,bulan kini sudah
berpendar tak ttersaput awan
biarlah tangan kita
saling memuja
melihat bulan yg
mengambang di mata kita tanpa mengerjap
menjaga rindu kita tetap
abadi.
Hujan
hujan...rintikmu
membias pada bulir padi yg mulai merunduk
sedari siang tak
lelah kau menyirami
layaknya pundak yg
terbiasa mendamba dahi menempel atau serabut2 masam yang bercerita tentang
sedihnya terhianati.
Hujan..anginpun tak
membuat kata terhenti
layaknya hati yang
sudah beku oleh pesonamu
tiada yang
istimewa,hanya pesonamu yg mampu membuat rasaku begitu
pesonamu begitu
tenang
membuaiku dalam
manisnya imaji
imaji akan dunia yang
merindukan kedamaian.
Hujan..sungguh tak
seorangpun merindukanmu
begitu juga aku
telah lama aku
bercerita sendiri tiada teman
telah lama aku tak
menengadahkan dahiku pada pundakmu yang tak kekar namun menenangkan
telah lama aku
merindukan celoteh2 gurauanmu yg membuat aku lupa akan sakitnya terhianati
Hujan..jika aku telah
pergi sebelum engkau datang
siramilah aku!
Seperti pertma kali kau menyiramiku
dengan air kedamaian
dan celoteh yang membuatku tersenyum.
Rindu
rindu pada
suara-suara disana
ada rindu
pada canda
ada rindu
pada sawah
ada rindu
pada gunung
ada rindu
pada nynyian gembala
ada rindu pd
rumah sempit kita
ada rindu
pada hidangan ala kadar kita
ada rindu
pada teriakan nakal kita
ada rindu
pada marah kita
ada rindu
pada keluhan ibu-ibu tentang suami dan anaknya
semua
tentang rindu
rinduku,rindumu,rindu
mereka, dan rindu orang-orang
Memoir
malam baru
saja terlepas dri pelukan sang mentari
suara
serangga bersahut-sahutan mewarnai malam yang dingin
saling
bersenggama dan bercerita tentang cinta
adakah
segumpal kasih yang menebal di hati kita seperti mereka?
Kekasihku sudah pergi
awan
mengambang dibalik pintu langit mencari kata yang sudah lelah
kulihat
engkau duduk di sana dengan senyum yg mash menguncup
ada tanya
tersangkut lalu hilang seperti habis ditelan angin
kemanakah
kekasihku pergi?
kemairn baru
saja kita belajar tentang hidup dan cara mengail naifnya rindu
rindu yg
pucat karena sukar memahami
rindu yg
beku karena saling curiga
engkau
hilang saat rindu kita mulai mengerti
membiarkannya
mengapung lalu tenggelam
puingnya
tersesat di dadaku dan meronta mencari jalan pulang
kemanakh
kekasihku pergi?
bintang
sudah lelah bercerita tentang pertemuan kita
jauh di atas
gerbang langit kudisiram cahaya yang berpendar
kulihat kau
di sana dgn air mata yg sayu lalu menggenang
makin lama
makin pudar semakin jauh lalu kabur
hening yg
mulai roboh menyudutkanku
aku menunduk
dan terus mengais isakan yang abadi
cintaku
belum genap namun kekasihku sudah pergi.
Dia
aku
melihatnya dibalik tirai sutra penutup jendela
indah
membuat hatiku meradang
katakan
padaku bagaimana meloloskan rindu
yang makin
lama makin rebah dan terhimpit perasaan yg mengambang?
Biarkan aku
abadi dsini menunggu kapan kau memetikku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar